Wednesday, November 23, 2016

Gaya Arsitektur Dan Nilai Historis Masjid Sunan Ampel Surabaya

Gaya Arsitektur Dan Nilai Historis Masjid Sunan Ampel Surabaya

Proposal Penelitian



Nama : Ibrahim Salahuddin Saleh
Kelas : X IPS 3
No Absen : 13

Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo
SMA Negeri 1 Sidoarjo

2016



DAFTAR ISI
LATAR BELAKANG……………………………………………………………….2
RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………….3
TUJUAN……………………………………………………………………………..4
KAJIAN PUSTAKA………………………………………………………………...4
METODE PENULISAN & SUMBER………………………………………………5
MANFAAT PENULISAN…………………………………………………………..5
SITEMATIKA PENULISAN……………………………………………………….6
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….7
LAMPIRAN…………………………………………………………………………8



A.   Latar Belakang Masalah
Pada penelitian ini penulis memfokuskan pada gaya arsitektur Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya secara garis besar dan Nilai Historis dari gaya arsitektur Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya. Gaya arsitektur yang dipakai pada Masjid Agung Sunan Ampel adalah Gaya aristektur Jawa Kuno dan Gaya arsitektur Arab Islami.
Sebelum membahas Masjid Sunan Ampel. Saya akan membahas perkembangan ajaran agama islam sampai pada dibangunnya Masjid Sunan Ampel. Sunan Ampel atau Raden Rahmat lahir pada tahun 1401 di Champa. Pada saat dewasa raden rahmat berkunjung ke kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Kerjawijaya Karena dipanggil oleh Raja Kertawijaya.
Sesampainya di Kerajaan Majapahit Raja Kertawijaya menceritakan tentang rakyatnya yang suka berjudi, mabuk, bermain wanita, dan lain sebagainya. Raja Kertawijaya meminta tolong pada Raden Rahmat untuk membenahi sifat rakyatnya dengan ajaran agama Islam. Walaupun Raja Kertawwijaya sangat suka dengan agama Islam tetapi beliau tidak ingin masuk Islam. Tetapi Raja Kertawijaya mengizinkan Raden Rahmat untuk menyebarkan agama Islam dengan syarat tidak ada paksaan untuk mempelajarinya.
Raden Rahmat diberi daerah di Surabaya diberi nama Ampel denta (sekarang disebut Wonokromo) disana Raden Rahmat membangun sebuah langgar kecil untuk beribadah. Setelah membangun langgar Raden Rahmat membangun Pesantren untuk masyarakat Majapahit yang ingin belajar agama Islam. Lama kelamaan Langgar kecil tersebut berubah menjadi masjid besar yang disebut Masjid Sunan Ampel.
Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya didirikan pada tahun 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel dengan bantuan dua sahabatnya, yaitu Mbah Sholeh dan Mbah Sonhanji, dan dibantu oleh para santrinya. Sayangnya tidak ada literatur atau sumber tertulis yang berisikan selesai nya Masjid Agung Sunan Ampel ini dibangun.
Ciri khas yang dimiliki Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya adalah memiliki denah bangunan dasar berbentuk persegi dengan atap yang berbentuk meruncing yang terdiri dari 3 tingkat yang semakin keatas semakin mengecil. Halaman sekitar Masjid Agung Sunan Ampel juga dikelilingi oleh tembok dan pintu gerbang (Gapura).[1]
Pintu gerbang (Gapura) yang mengelilingi Masjid Agung Sunan Ampel ada lima pintu gerbang yang menggambarkan Rukun Islam ada lima. Gerbang pertama bernama Munggah, Gerbang kedua bernama Poso, Gerbang ketiga bernama Ngamal, Gerbang keempat adalah Madep, Gerbang kelima adalah Paneksan.


[1] Wawancara dengan salah satu warga yang tinggal di sekitar Masjid Sunan Ampel Surabaya





B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat disimpulkan rumusan masalah, diantaranya sebagai berikut ;

1)      Bagaimana Gaya arsitektur yang digunakan pada pembangunan Masjid Agung Sunan Ampel ?
2)      Bagaimana Nilai Historis yang terkandung dalam Masjid Agung Sunan Ampel ?

     C.  Tujuan Penelitian

Dari rumusan tersebut, terdapat beberapa tujuan yang bisa kita ambil dalam proposal penelitian ini, yaitu ;
1)      Untuk mengetahui Gaya arsitektur yang digunakan saat pembangunan Masjid Sunan Ampel
2)      Untuk mengetahui Nilai Historis yang terkandung dalam Masjid Agung Sunan Ampel

    D.  Kajian Pustaka

Buku yang menceritakan tentang Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya adalah buku berjudul tulisan Abdul Baqir Zein[1] dalam buku tulisannya. Beliau menjabarkan tahun pembangunan, gaya arsitektur dan keunikan dari masjid masjid bersejarah di Indonesia, salah satunya adalah Masjid Sunan Ampel Surabaya.
Buku Seni Budaya & Warisan Indonesia : Agama & Kepercayaan karya Lily Turangan, Wilyanto, Reza Fadhilla[2]. Menceritakan tentang agama dan kepercayaan Orang Indonesia didalam terdapat profil walisongo.


[1] Zein,Abdul B.1999: Masjid Masjid Bersejarah Di Indonesia. Jakarta:Gema insani halaman 271
[2] Turangan Lily, Wilyanto, Reza Fadhilla.2015: Seni Budaya & Warisan Indonesia Agama & Kepercayaan. Jakarta:PT. Aku Bisa halaman 49

      E. Metode Penulisan dan Sumber

Tahap pertama penulis bertanya kepada guru untuk memastikan bahwa tema yang digunakan penulis tidak sama dengan murid lainnya.
Tahap kedua ada proses pengumpulan sumber atau heuristic. Peneliti telah mengumpulkan data dari Kantor Perputakaan Daerah Dan Arsip Sidoarjo berupa buku dan beberapa tulisan. Selanjutnya penulis berkunujung ke Masjid Sunan Ampel Surabaya untuk melakukan Pengamatan atau obsevasi. Disana penulis mewawancarai salah satu warga yang tinggal di daerah sekitar Masjid Sunan Ampel Surabaya.
Di Masjid Sunan Ampel Surabaya penulis juga mengumpulkan data berupa buku, informasi, dan foto Masjid Sunan Ampel Surabaya. Setelah mengumpulkan sumber, lalu penulis melakukan seleksi pada sumber – sumber yang telah didapatkan dari tempat – tempat yang dikunjungi oleh penulis.
Setelah melakukan seleksi sumber akhirnya penulis lebih banyak menggunakan sumber buku. Tahap akhir dari penulisan penelitian ini adalah tahap intrepetasi fakta – fakta sejarah yang telah dikumpulkan dan dibuat dalam satu proposal penelitian.


     F. Manfaat Penulisan
Manfaat yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut
Bagi penulis :
1)      Dapat menambah wawasan tentang persebaran agama islam di Jawa tepatnya di Surabaya
Bagi pembaca :
1)      Pembaca dapat mengetahui gaya arsitektur Masjid Agung Sunan Ampel
2)      Pembaca dapat menambah wawasan tentang Nilai Historis Masjid Agung Sunan Ampel

     G. Sistematika Penulisan

Proposal penelitian ini hanya memiliki empat bagian. Bagian yang pertama berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, kajian pustaka, metode penulisan dan sumber, manfaat, dan sistematika penulisan.
Bagian yang kedua berisi pembahasan tentang gaya arsitektur yang dipakai untuk membangun Masjid Sunan Ampel Surabaya. Dibagian ini penulis membahas gaya arsitektur Masjid Sunan Ampel dengan sumber yang sudah diseleksi oleh penulis.
Bagian yang ketiga ini berisi pembahasan nilai historis yang terkandung dalam sejarah pembangunan Masjid Sunan Ampel Surabaya. Penulis juga membahas alasan mengapa Masjid Sunan Ampel Surabaya ini dibangun.
Bagian yang keempat ini berisi penutup dan kesimpulan dari materi yang telah penulis bahas di bagian dua dan bagian tiga.

DAFTAR PUSTAKA

Zein,Abdul B.1999: Masjid Masjid Bersejarah Di Indonesia. Jakarta:Gema insani halaman 271

Turangan Lily, Wilyanto, Fadhilla Reza.2015: Seni Budaya & Warisan Indonesia Agama & Kepercayaan. Jakarta:PT. Aku Bisa halaman 49


Lampiran

Isi wawancara ke warga sekitar Masjid Sunan Ampel
o   Bagaimana arsitektur Masjid Sunan Ampel Surabaya ?
o   Siapa yang membangun Masjid Sunan Ampel Surabaya ?
o   Apa yang menyebabkan Sunan Ampel membangun masjid di wilayah Ampel denta ?
o   Dimana letak Masjid Sunan Ampel Surabaya ?
o   Mengapa Sunan Ampel datang ke Surabaya ?

No comments:

Post a Comment