Gaya
Arsitektur Dan Nilai Historis Masjid Sunan Ampel Surabaya
Proposal
Penelitian
Nama
: Ibrahim Salahuddin Saleh
Kelas
: X IPS 3
No
Absen : 13
Dinas
Pendidikan Kab. Sidoarjo
SMA
Negeri 1 Sidoarjo
2016
DAFTAR
ISI
LATAR BELAKANG……………………………………………………………….2
RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………….3
TUJUAN……………………………………………………………………………..4
KAJIAN PUSTAKA………………………………………………………………...4
METODE PENULISAN & SUMBER………………………………………………5
MANFAAT PENULISAN…………………………………………………………..5
SITEMATIKA PENULISAN……………………………………………………….6
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….7
LAMPIRAN…………………………………………………………………………8
A. Latar
Belakang Masalah
Pada penelitian ini penulis memfokuskan pada gaya
arsitektur Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya secara garis besar dan Nilai
Historis dari gaya arsitektur Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya. Gaya
arsitektur yang dipakai pada Masjid Agung Sunan Ampel adalah Gaya aristektur
Jawa Kuno dan Gaya arsitektur Arab Islami.
Sebelum membahas Masjid Sunan Ampel. Saya akan membahas
perkembangan ajaran agama islam sampai pada dibangunnya Masjid Sunan Ampel. Sunan
Ampel atau Raden Rahmat lahir pada tahun 1401 di Champa. Pada saat dewasa raden
rahmat berkunjung ke kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Raja Kerjawijaya
Karena dipanggil oleh Raja Kertawijaya.
Sesampainya di Kerajaan Majapahit Raja Kertawijaya
menceritakan tentang rakyatnya yang suka berjudi, mabuk, bermain wanita, dan
lain sebagainya. Raja Kertawijaya meminta tolong pada Raden Rahmat untuk
membenahi sifat rakyatnya dengan ajaran agama Islam. Walaupun Raja Kertawwijaya
sangat suka dengan agama Islam tetapi beliau tidak ingin masuk Islam. Tetapi
Raja Kertawijaya mengizinkan Raden Rahmat untuk menyebarkan agama Islam dengan
syarat tidak ada paksaan untuk mempelajarinya.
Raden Rahmat diberi daerah di Surabaya diberi nama Ampel
denta (sekarang disebut Wonokromo) disana Raden Rahmat membangun sebuah langgar
kecil untuk beribadah. Setelah membangun langgar Raden Rahmat membangun
Pesantren untuk masyarakat Majapahit yang ingin belajar agama Islam. Lama
kelamaan Langgar kecil tersebut berubah menjadi masjid besar yang disebut
Masjid Sunan Ampel.
Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya didirikan pada tahun 1421
oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Sunan Ampel dengan bantuan dua
sahabatnya, yaitu Mbah Sholeh dan Mbah Sonhanji, dan dibantu oleh para
santrinya. Sayangnya tidak ada literatur atau sumber tertulis yang berisikan
selesai nya Masjid Agung Sunan Ampel ini dibangun.
Ciri khas yang dimiliki Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya
adalah memiliki denah bangunan dasar berbentuk persegi dengan atap yang
berbentuk meruncing yang terdiri dari 3 tingkat yang semakin keatas semakin
mengecil. Halaman sekitar Masjid Agung Sunan Ampel juga dikelilingi oleh tembok
dan pintu gerbang (Gapura).[1]
Pintu gerbang (Gapura) yang mengelilingi Masjid Agung Sunan
Ampel ada lima pintu gerbang yang menggambarkan Rukun Islam ada lima. Gerbang
pertama bernama Munggah, Gerbang kedua bernama Poso, Gerbang ketiga bernama
Ngamal, Gerbang keempat adalah Madep, Gerbang kelima adalah Paneksan.
[1]
Wawancara dengan salah satu warga yang tinggal di sekitar Masjid Sunan Ampel
Surabaya
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang tersebut dapat disimpulkan rumusan masalah, diantaranya sebagai
berikut ;
1) Bagaimana
Gaya arsitektur yang digunakan pada pembangunan Masjid Agung Sunan Ampel ?
2) Bagaimana
Nilai Historis yang terkandung dalam Masjid Agung Sunan Ampel ?
C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan
tersebut, terdapat beberapa tujuan yang bisa kita ambil dalam proposal
penelitian ini, yaitu ;
1) Untuk
mengetahui Gaya arsitektur yang digunakan saat pembangunan Masjid Sunan Ampel
2) Untuk
mengetahui Nilai Historis yang terkandung dalam Masjid Agung Sunan Ampel
D. Kajian
Pustaka
Buku yang
menceritakan tentang Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya adalah buku berjudul tulisan
Abdul Baqir Zein[1]
dalam buku tulisannya. Beliau menjabarkan tahun pembangunan, gaya arsitektur
dan keunikan dari masjid masjid bersejarah di Indonesia, salah satunya adalah
Masjid Sunan Ampel Surabaya.
Buku Seni Budaya
& Warisan Indonesia : Agama & Kepercayaan karya Lily Turangan,
Wilyanto, Reza Fadhilla[2]. Menceritakan tentang
agama dan kepercayaan Orang Indonesia didalam terdapat profil walisongo.
[1] Zein,Abdul B.1999: Masjid Masjid Bersejarah Di Indonesia.
Jakarta:Gema insani halaman 271
[2] Turangan Lily, Wilyanto, Reza
Fadhilla.2015: Seni Budaya & Warisan
Indonesia Agama & Kepercayaan. Jakarta:PT. Aku Bisa halaman 49
E. Metode
Penulisan dan Sumber
Tahap pertama penulis bertanya kepada
guru untuk memastikan bahwa tema yang digunakan penulis tidak sama dengan murid
lainnya.
Tahap kedua ada proses pengumpulan
sumber atau heuristic. Peneliti telah
mengumpulkan data dari Kantor Perputakaan Daerah Dan Arsip Sidoarjo berupa buku
dan beberapa tulisan. Selanjutnya penulis berkunujung ke Masjid Sunan Ampel
Surabaya untuk melakukan Pengamatan atau obsevasi.
Disana penulis mewawancarai salah satu warga yang tinggal di daerah sekitar
Masjid Sunan Ampel Surabaya.
Di Masjid Sunan Ampel Surabaya
penulis juga mengumpulkan data berupa buku, informasi, dan foto Masjid Sunan
Ampel Surabaya. Setelah mengumpulkan sumber, lalu penulis melakukan seleksi
pada sumber – sumber yang telah didapatkan dari tempat – tempat yang dikunjungi
oleh penulis.
Setelah melakukan seleksi sumber
akhirnya penulis lebih banyak menggunakan sumber buku. Tahap akhir dari
penulisan penelitian ini adalah tahap intrepetasi fakta – fakta sejarah yang
telah dikumpulkan dan dibuat dalam satu proposal penelitian.
F. Manfaat
Penulisan
Manfaat yang hendak
dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut
Bagi penulis :
1) Dapat
menambah wawasan tentang persebaran agama islam di Jawa tepatnya di Surabaya
Bagi pembaca :
1) Pembaca
dapat mengetahui gaya arsitektur Masjid Agung Sunan Ampel
2) Pembaca
dapat menambah wawasan tentang Nilai Historis Masjid Agung Sunan Ampel
G. Sistematika
Penulisan
Proposal penelitian
ini hanya memiliki empat bagian. Bagian yang pertama berisi latar belakang,
rumusan masalah, tujuan, kajian pustaka, metode penulisan dan sumber, manfaat, dan
sistematika penulisan.
Bagian yang kedua
berisi pembahasan tentang gaya arsitektur yang dipakai untuk membangun Masjid
Sunan Ampel Surabaya. Dibagian ini penulis membahas gaya arsitektur Masjid
Sunan Ampel dengan sumber yang sudah diseleksi oleh penulis.
Bagian yang ketiga
ini berisi pembahasan nilai historis yang terkandung dalam sejarah pembangunan
Masjid Sunan Ampel Surabaya. Penulis juga membahas alasan mengapa Masjid Sunan
Ampel Surabaya ini dibangun.
Bagian yang keempat
ini berisi penutup dan kesimpulan dari materi yang telah penulis bahas di
bagian dua dan bagian tiga.
DAFTAR
PUSTAKA
Zein,Abdul
B.1999: Masjid Masjid Bersejarah Di
Indonesia. Jakarta:Gema insani halaman 271
Turangan
Lily, Wilyanto, Fadhilla Reza.2015: Seni
Budaya & Warisan Indonesia Agama & Kepercayaan. Jakarta:PT. Aku
Bisa halaman 49
Lampiran
Isi wawancara ke
warga sekitar Masjid Sunan Ampel
o
Bagaimana arsitektur Masjid Sunan Ampel
Surabaya ?
o
Siapa yang membangun Masjid Sunan Ampel
Surabaya ?
o
Apa yang menyebabkan Sunan Ampel membangun
masjid di wilayah Ampel denta ?
o
Dimana letak Masjid Sunan Ampel Surabaya ?
o
Mengapa Sunan Ampel datang ke Surabaya ?

No comments:
Post a Comment